اللهم صل على سيدنا محمد عبدك ورسولك النبي الأمي وعلى اله وصحبه وسلم


 

Dan dua puluh sifat yang wajib atas (tiap-tiap) mukallaf mengetahui itu, setengah daripada perkara yang diijma’ ‘ulama atasnya, maka barangsiapa mengingkarkan dengan mengatakan tidak wajib diketahui akan dia (sifat 20) maka jadi kafir, kerana ia (barangsiapa) mengingkarkan ijma’ lagi pula mengingkarkan ada tuhan kerana ada (tuhan) itu setengah daripada sifat yang dua puluh itu. Berertinya tidak boleh kata tuhan ada dan sebagainya (sifat-sifat yang lain daripada sifat wujud dalam sifat 20). Maka orang yang tidak boleh berkata dengan ada tuhan itu orang kafir wal ‘iyazu billah.

 

Demikian lagi tidak sah iman dan jadi kafir disisi Allah Ta’ala orang-orang yang tidak peduli ada (Allah) tak kata, tiada (Allah) pun tak kata (tak peduli sama ada ada Allah Ta’ala atau tidak ada), bahkan semata-mata senyap. Adapun pada zohir dihukum akan dia Islam jika ia berasal keturunan Islam maka wajib (syara’) atas orang yang hidup membicarakan (menguruskan) kematiannya apabila mati. Wallahu A’lam.

 

Rujukan: Risalah al-Misbah al-Munir karangan ‘Abdul Aziz bin Ismail al-Fathoni, cetakan ketiga Matba’ah bin Halabi Fathoni Thailand, hal. 13 – 14.

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: