اللهم صل على سيدنا محمد عبدك ورسولك النبي الأمي وعلى اله وصحبه وسلم


(1)              Bersuci (berwudhu’) dan bersiwak

(2)              Menyediakan penyuciannya (untuk wudhu’ atau tayamum) dan siwak, lalu berniat untuk melakukan ibadat di waktu bangun dari tidur nanti.

(3)              Orang yang ingin mewasiatkan sesuatu untuk keluarganya jangan sampai tertidur, melainkan sesudah ditulis wasiat itu dan disimpan dibawah kepalanya sebab bukan mustahil ia boleh meninggal dunia di dalam tidur.

(4)              Sebelum tidur, hendaklah terlebih dulu ia bertaubat dari segala dosa, bersih hati terhadap sekalian kaum Muslimin, tiada menyimpan dendam terhadap seseorang dan tiada berazam untuk melakukan maksiat kelak bila bangun dari tidur nanti.

(5)              Hendaklah jangan terlalu mengambil berat sangat tentang tempat tidurnya supaya ia dari yang empuk dan halus.

(6)              Jangan cuba tidur segera, selagi mata belum mengantuk dan jangan cuba memaksa-maksakan mata untuk tidur, kecuali jika bermaksud supaya senang bangun untuk beribadat di tengah malam.

(7)              Hendaklah tidur berhadapan dengan kiblat.

(8)              Hendaklah membaca doa-doa yang warid ketika hendak tidur. Di antaranya membaca doa-doa yang warid ketika hendak tidur. Di antaranya membaca Surah al-Ikhlas dan mu’ awwidzataini (Surah-surah al-Falaq dan an-Nas) dan sesudah baca, menyemburkan kedua tangan lalu  menyapu dengan keduanya pada wajah dan seluruh tubuh. Selanjutnya boleh membaca pula Ayat Kursi dan membaca Subhaanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 33 kali juga.

(9)              Hendaklah mengingat ketika mahu tidur, bahwa tidur itu adalah semacam mati, manakala bangun daripadanya semacam ba’ats. Dan hendaklah meyakini pula, bahwa manusia itu diwafatkan ats adat kebiasaannya sama ada di dalam hatinya mencintai Allah dan cinta untuk kembali kepadaNya ataupun bersarang di dalam hatinya kecintaannya dunia, dan kelak ia akan dibangkitkan seperti ketika diwafatkan.

(10)          Berdoa ketika bangun dari tidur. Hendaklah ia dimulakan dengan:

“Segala kepujian bagi Allah yang telah menghidupkan kami sesudah mematikan kami da kepadaNyalah kami akan dikembalikan”

Kemudian membaca ayat terakhir dari Surah al-Imran iaitu ayat 190 hingga akhir ata 200, sebanuak sepuluh ayat kesemuanya.

190           Sesungguhnya dalam kejadian langit dan bumi dan pergantian malam dan siang adalah menjadi keterangan bagi orang-orang yang mengerti.

191           Iaitu orang-orang yang mengingati Tuhan ketika berdiri duduk dan berbaring serta memikirkan tentang kejadian petala langit dan bumi sambil berkata: Duhai Tuhan kami! Tiadalah Engkau menjadikan semua ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau peliharalah kami dari siksa api neraka.

192           Duhai Tuhan kami, Sesiapa yang engkau masukkan ke dalam api neraka itu, sebenarnya Engkau telah menghinakannya. Dan tiadalah orang-orang yang zalim itu mempunyai penolong.

193           Duhai Tuhan kami! Sesungguhnya kami telah mendegar penyeru yang  mengajak untuk beriman. Berimanlah dengan Tuhanmu! Maka kami segera beriman. Duhai Tuhan kami ampunlah dosa-dosa kami dan tebuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkankanlah kami bersama-sama orang–orang yang baik.

194           Duhai Tuhan kami kurniakanlah kami-kami apa-apa yang kau janjikan kami menerusi para Rasul Engkau, dan janganlah engkau tidak akan memungkiri janji.

195           Maka tuhan telah memperkenalkan permohonan mereka bahawa aku (Tuhan) tidak akan mengsia-siakan amalan sesaorang yang beramal diantara kamu dari kaum lelaki mahupun perempuan, setengah kamu kepad setengah yang lain. Sebab itu orang yang berpindah negeri atau orang-orang yang diusir dari rumah-rumah mereka dan mereka dianiaya pada jalan Aku, mereka yang berjuang mati-matain dan terbunuh, niscaya Aku akan menebus mereka dari segala keburukan-keburukan mereka. dan akan aku masukkan mereka ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai sebagai pahala dan balasan dari Allah dan pada Allah ada sebaik-baik pahala.

196           Janganlah engkau sampai terpengaruh tentang perubahan sikap orang-orang yang kafir dalam beberapa negeri.

197           Kesenangan yang sebentar (yang mereka rasakan), kemudian nanti akan disediakan bagi mereka tempat tinggal di Neraka Jahanam dan itulah tempat tinggal yang amat buruk.

198           Akan tetapi orang-orang yang patuh kepada Tuhannya akan memperoleh syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di situ. Mereka mendapat sambutan yang baik di sisi Allah, dan apa yang ada pada sisi Allah itu adalah baik bagi orang-orang yang baik.

199           Dan sesungguhnyaa orang-orang yang ahli kitab (Nasrani dan Yahudi) itu ada di antara mereka yang berimana kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kamu dan apa yang diturunkan  kepada mereka, mereka tunduk kepada Tuhan, tiada menukarkan keterangan-keterangan Allah dengan harga yang murah. Mereka itu memperoleh pahala dari Tuhan mereka. Sesungguhnya Allah itu cepat perhitungannya.

200           Wahai orang-orang yang beriman bersabalah kamu serta anjurkanlah sabar kepada orang lain dan perteguhkanlah serta patuhlah kepada Allah, moga-moga kamu sekalian menjadi orang-orang yang beruntung.

Kemudian membaca pula subhaanallaah 10 kali, Alhamdulillaah 10 kali, Allahu Akbar 10 kali dan Laa Illaaha Illallaah 10 kali.

Berkata Siti Aisyah r.a.: Biasanya Rasulullah s.a.w. ketika bangun di tengah malam, baginda memulakan  sembahyangnya dengan bacaan:

“Ya Allah! Ya Tuhanku! Tuhannya Jibril dan Mikail dan Israfil, Tuhan Pencipta petala langit dan bumi, Maha Mengetahui segala yang ghaib dan yang terang. Engkaulah yang memutuskan antara hamba-hambaMu tentang apa yang mereka perselisihkan. Oleh itu berikanlah aku petunjuk yang benar dari mana-mana yang di peselisihkan itu dengan izzinMu. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada orang yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus.”

Kemudian baginda memulakan sembahyangnya dengan dua rakaat yang ringan dan sesudah itu barulah baginda bersembahyang terus dua rakaat, dua rakaat menurut kemahuannnya dan di akhiri dengan sembahyang witir kiranya baginda belum bersembahyang witir pada awal mala.

Dalam sembahyang tersebut kadang-kadang baginda membaca dengan suara tinggi dan kadang-kadang membaca perlahan-lahan saja. Kebanyakan riwayat yang sahih mengatakan sembahyang baginda di tengah malam itu ialah sebanyak 13 rakaat

SUMBER:

http://bimbinganmukmin.wordpress.com/2010/06/04/tata-tertib-tidur/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: