اللهم صل على سيدنا محمد عبدك ورسولك النبي الأمي وعلى اله وصحبه وسلم


Imam Al-Ghazzali menyebutkan 7 ciri ilmu yang bermanfaat di dalam kitabnya Bidayah al-Hidayah:

1)Barang yang menambah takutmu akan Allah S.W.T

2)Dan menambah pula di dalam penglihatan hatimu pada kecelaan dirimu,

3)Dan menambah pula dalam pengenalanmu akan ibadah kepada Tuhanmu yang Maha Mulia dan Yang Maha Tinggi,

4)Dan mengurangkan akan gemarmu kepada dunia,

5)Dan menambah gemarmu kepada akhirat,

6)Dan membukakan ia akan mata hatimu dengan yang membinasakan akan amalmu hingga engkau memelihara diri daripadanya,

7)Dan melihatkan dia akan dikau atas tipu daya syaitan dan perdayanya.

Di dalam kitab Al-Hafiz Ibnu Rajab Al-Hanbali yang berjudul Bayan Fadhli ‘Ilmissalaf ‘ala ‘Ilmilkhalaf. Ciri-ciri ilmu yang bermanfaat di dalam diri seseorang:

1)Menghasilkan rasa takut dan cinta kepada Allah.

2)Menjadikan hati tunduk atau khusyuk kepada Allah dan merasa hina di hadapan-Nya dan selalu bersikap tawaduk.

3)Membuat jiwa selalu merasa cukup (qanaah) dengan hal-hal yang halal walaupun sedikit yang itu merupakan bagian dari dunia.

4)Menumbuhkan rasa zuhud terhadap dunia.

5)Senantiasa didengar doanya.

6)Ilmu itu senantiasa berada di hatinya.

7)Menganggap bahwa dirinya tidak memiliki sesuatu dan kedudukan.

8)Menjadikannya benci akan tazkiah dan pujian.

9)Selalu mengharapkan akhirat.

10)Menunjukkan kepadanya agar lari dan menjauhi dunia. Yang paling menggiurkan dari dunia adalah kepemimpinan, kemasyhuran dan pujian.

11)Tidak mengatakan bahwa dia itu memiliki ilmu dan tidak mengatakan bahwa orang
lain itu bodoh, kecuali terhadap orang-orang yang menyelisihi sunnah dan ahlussunnah. Sesungguhnya dia mengatakan hal itu karena hak-hak Allah, bukan untuk kepentingan pribadinya

12)Berbaik sangka terhadap ulama-ulama salaf (terdahulu) dan berburuk sangka pada dirinya.

13)Mengakui keutamaan-keutamaan orang-orang yang terdahulu di dalam ilmu dan merasa tidak boleh menyaingi martabat mereka.

14)Sedikit berbicara karena takut jika terjadi kesalahan dan tidak berbicara kecuali dengan ilmu. Sesungguhnhya, sedikitnya perkataan-perkataan yang dinukil dari orang-orang yang terdahulu bukanlah karena mereka tidak mampu untuk berbicara,tetapi karena mereka memiliki sifat wara’ dan takut pada Allah Taala.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: